• Media Sosial:
Pendidikan

Pendidikan (3)

12 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Kemristekdikti

16 March 2016 by 412375 Comment Pendidikan 24148 Views
Bill Clinten

Written by

Edupost.id – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) merilis klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia. Dalam rilisnya itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati peringkat pertama dari 3.320 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Untuk menentukan peringkat ini, Kemristekdikti menggunakan beberapa indikator, yakni kualitas SDM, kualitas manajemen, kualitas kegiatan kemahasiswaan, dan kualitas kegiatan penelitian. Secara rinci, Indikator penilaian tersebut meliputi dosen (12%), kualitas dosen (18%), akreditasi (30%), dan kualitas kegiatan kemahasiswaan (10%), kualitas kegiatan penelitian (30%). Dalam rilis Kemristek Dikti, peringkat ke dua dan ke tiga ditempati oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Universitas Indonesia (UI) berada di posisi ke empat mengungguli Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di posisi ke lima. Berikut 12 Perguruan Tinggi terbaik se-Indonesia, seperti dilansir Kemenristek Dikti. 1. institut Teknologi Bandung (ITB) skor 3,78 2. Universitas Gadjah Mada (UGM) skor 3,72 3. Universitas Indonesia (UI) skor 3,69 4. Institut Pertanian Bogor (IPB) skor 3,54 5. Universitas Brawijaya skor 3,24 6. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) skor 3,17 7. Universitas Airlangga skor 3,15 8. Universitas Hasanuddin skor 3,06 9. Universitas Diponegoro skor 3,04 10. Universitas Padjadjaran skor 2,97 11. Universitas Andalas skor 2,88 12. Universitas Sebelas Maret skor 2,87 (Andi)
Read more...

Full Day School Dinilai Hanya Cocok di Perkotaan

15 March 2016 by 236954 Comment Pendidikan 8601 Views
Bill Clinten

Written by

Edupost.id – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menilai bahwa Full Day School dari Mendikbud baru hanya cocok di perkotaan. Menurutnya, tidak semua sekolah cocok dengan Konsep Full Day School. Wilayah pedesaan dirasa tidak akan kontraproduktif jika menggunakan konsep Full Day School. Dedi berpendapat, Konsep ‘Full Day School’ akan berjalan efektif saat sekolah memiliki fasilitas yang memadai. Tanpa itu semua menurut dia, sistem pendidikan hanya akan melahirkan generasi stres dan depresi. “Jangan hanya lihat Jakarta. Lihat Papua, Kalimantan, lihat juga Jawa Barat. Tidak akan semuanya cocok,” ujarnya dalam siaran pers. Karena didasarkan pada faktor heterogenitas pelajar dan orang tua, Dedi mengaku akan tetap menggunakan konsep Pendidikan Berkarakter yang telah dia terapkan sejak Tahun 2008 lalu. Mata pencaharian para orang tua siswa yang rata-rata petani di pedesaan membuat pelajar di Purwakarta memiliki durasi waktu belajar yang lebih singkat di sekolah yakni dari Jam 06.00 WIB sampai dengan Jam 11.00 WIB. “Kalau fasilitasnya memadai, Laboratorium, ruang seni, fasilitas olahraga dan semua kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik tentu konsep ini bagus. Tetapi kalau semua fasilitas dan kegiatan masih kurang, kita malah akan keteteran. Anak-anak bisa depresi,” tambahnya. Di Purwakarta, Peraturan Bupati tentang Pendidikan Berkarakter sudah diintegrasikan dengan Peraturan Bupati tentang Desa Berbudaya sehingga pelajaran siswa di sekolah harus diaplikasikan oleh siswa di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, para orang tua yang tidak mendorong anak-anak mereka untuk melaksanakan peraturan tersebut diberikan sanksi berupa pencabutan subsidi kesehatan dan pendidikan dari pemerintah daerah. “Sepulang sekolah mereka bisa membantu orang tuanya di sawah, belajar berladang, bercocok tanam, beternak dan kegiatan lain yang sifatnya mengasah kemandirian mereka kelak. Ini juga solusi kami di Purwakarta untuk generasi mendatang yang mampu menciptakan ketahanan pangan,”pungkasnya.
Read more...

UNP Sepi, Hanya 41% Peserta yang Ikut Ujian

15 March 2016 by 77123 Comment Pendidikan 10207 Views
Bill Clinten

Written by

Edupost.id – Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali menggelar Ujian Nasional Perbaikan (UNP). Ujian yang diperuntukkan bagi peserta UN 2015 yang ingin memperbaiki nilai ini berlangsung selama tujuh hari yakni 29-31 Agustus, serta 1, 5-7 September 2016. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kapuspendik Kemdikbud), Nizam menyebut, UNP diikuti ini oleh 88.958 dari 214.692 pendaftar atau 41% yang mendaftar ulang. Peserta yang mendaftar ulang terdiri atas 57.555 orang SMA/MA, 31.373 orang SMK, dan 30 orang Program Paket C. Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan butir soal ujian yang mengacu pada kisi-kisi UN 2015/2016. “UNP dilaksanakan dalam bentuk UNBK, selama tujuh hari dengan satu mata pelajaran yang dibagi menjadi tiga sesi,” ucap Nizam. Nizam menambahkan, ada sembilan daerah yang menyelenggarakan dalam empat sesi meliputi, Kabupaten Pidie, Bireuen, dan Gayo Lues. Ketiganya ada di Provinsi Aceh. Sedangkan Kabupaten Batang Hari, Kota Padang, Kota Tual Maluku, Kabupaten Seram Barat, Kota Palu, dan Kabupaten Parigi Moutong terletak di Sulawesi Tengah (Sulsel). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, UNP juga diikuti peserta yang jauh lebih sedikit dibanding jumlah peserta yang mendaftar. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, UNP di provinsi ini diikuti oleh 706 peserta. Sementara, jumlah peserta yang terdaftar sebesar 2.761. Di DIY, UNP dilaksanakan di lima sekolah di lima kabupateb/katanya. Kelima sekolah yang dimaksud adalah SMKN 5 Kota Yogyakarta sebanyak 348 peserta, SMKN 2 Sewon, Bantul sebanyak 50 peserta, SMA N 1 Bantul sebanyak 50 peserta, SMK N 1 Pengasih Kabupaten Kulon Progo sebanyak 71 peserta, SMK N 2 Depok Kabupaten Sleman sebanyak 167 peserta, dan SMA 1 Wonosari Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 20 peserta. (Andi)
Read more...

Tertarik untuk Daftar?